Showing posts with label Model Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Model Pembelajaran. Show all posts

Saturday, January 29, 2022

Kelebihan dan Kekurangan Metode Tanya Jawab

 

Sumber gambar: https://faiqotulmagfiroh.blogspot.com/

Metode tanya jawab diartikan sebagai cara mengajar yang memungkinkan terjadinya interaksi dua arah (two way traffic) secara langsung antara guru dengan murid. Dalam hal ini, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan murid memberikan jawaban. Murid juga dapat diberi kesempatan bertanya untuk selanjutnya dijawab oleh sang guru.


Metode tanya jawab ditandai adanya interaksi aktif antara guru dengan muridatau terciptanya hubungan saling timbal balik di antara keduanya. Jadi, dapat dikatakan bahwa metode tersebut berguna meningkatkan minat dan gairah murid dalam mengikuti proses pembelajaran. Melalui komunikasi aktif dengan guru,murid dapat memanfaatkan momen ini untuk menambah ilmu pengetahuan. Di sisi lain, guru dapat memanfaatkan situasi ini untuk memberikan pemahaman maksimal kepada murid agar dapat menyerap materi yang disampaikan.

1. Kelebihan Metode Tanya Jawab

Guru yang menyampaikan materi pelajaran dengan metode tanya jawab dipandang berhasil menjadi sosok profesional dalam mewujudkan tercapainya tujuan pembelajaran. Energi guru juga tidak terkuras secara berlebihan atau sia-sia akibat kurangnya perhatian dan penguasaanmateri dari murid. Adapun para murid dapat memahami materi yang disampaikan guru dengan cepat. Bahkan, murid dapat menyimpan hasil dari interaksi di dalam memorinya dalam waktu lama.

Melalui metode tanya jawab, baik guru maupun murid merasakan manfaat yang sangat besar, khususnya dalam mencapaikeberhasilan pembelajaran. Metode tanya jawab dapatdigunakan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan atau pemahaman murid serta mengevaluasi materi yang sudah disampaikan.

Pada metode tanya jawab, guru mengajarkan murid untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar,yakni dengan cara menentukan perhatian murid terhadap masalah yang akan dibahas. Metode ini sangat menentukan proses berpikir murid. Sebab, pertanyaan yang diberikan dapat membantu murid menentukan jawaban terbaik.Dengan demikian, murid akan secara mandiri mengembangkan pola pikir dan belajar secara aktif.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan penggunaan metode tanya jawab dalam menjelaskan materi pelajaran.

1.      Memberikan kesempatan kepada murid untuk menerima penjelasan lebih lanjut tentang materi yang dianggap  belum jelas. Dengan demikian, guru dapat mengetahui kemajuan murid dalam hal penguasaan materi.

2.   Pertanyaan-pertanyaan yang cukup sulit dan berkualitas  dari murid dapat mendorong guru untuk memahami materi secara lebih mendalam dan mencari sumber informasi lebih lanjut. Dengan demikian, guru tidak menganggap dirinya paling berkuasa atau tahu segalanya di dalam proses pembelajaran.

3.  Tanya jawab merupakan teknik yang efektif serta memiliki nilai positif dalam melatih murid agar berani mengemukakan pendapat melalui lisan secara teratur. Hal ini akan mendorong murid untuk lebih aktif dan bersungguh-sungguh dalam belajar.

2.Kelemahan Metode Tanya Jawab

Dibalik kelebihan yang melimpah metode tanya jawab juga tidak luput dari beberapa kelemahan. Pertama, memakan waktu lebih banyak dibanding metode ceramah. Dengan tanya jawab, jalannya pelajaran terasa lebih lambat sehingga menyebabkan materi tidak dapat diselesaikan secara tuntas sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Kedua, memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat antara guru dan murid. Hal ini disebabkan perbedaan pengalaman antara guru dan murid. Perbedaan pendapat ini dikhawatirkan dapat menimbulkan rasa saling tidak suka di antara keduanya. Kondisi tersebut tentu saja berdampak buruk pada jalannya komunikasi selanjutnya. Bahkan, bukan tidak mungkin terjadi penyimpangan dari pokok bahasan akibat adanya kesalahan interpretasi antara si penanya dengan orang yang menjawab pertanyaan.

Ketiga, tanya jawab dikhawatirkan menimbulkan penyimpangan perhatian murid. Hal ini terjadi apabila terdapat jawaban yang kebetulan menarik perhatian murid. Padahal, sebenarnya jawaban tersebut bukanlah pokok masalah atau sasaran yang hendak dituju.

Nah, demikian penjelasan kelebihan dan kekurangan metode tanya jawab dalam proses belajar mengajar di kelas, semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua.

 

Sumber Pustaka:

Setyanto, N. Ardi. 2014. Panduan Sukses Komunikasi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Diva Press

Monday, November 29, 2021

Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dengan Memanfaatkan Rumah Belajar dalam Inovasi Pembelajaran Materi Kesenian Daerah Banjar Mamanda pada Siswa Kelas 6 SDN Ilung

 Pembelajaran merupakan hal mendasar yang dilakukan setiap peserta didik dalam rangka menambah atau memperluas khasanah pengetahuan. Dalam suatu pembelajaran terjadi proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Tidak bisa dipungkiri dalam pembelajaran memiliki beberapa hal vital diantara pemilihan model pembelajaran yang tepat. 

Karena di sekolah kami masih mengadakan PTM terbatas maka saya menggunakan model pembelajaran Blended LearningModel Pembelajaran Blended Learning ini trend digunakan pada pembelajaran di seluruh dunia. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Blended Learning?


Menurut Bonk dan Graham (2006) mendefinisikan Blended Learning sebagai kombinasi dari dua intruksi model belajar dan mengajar: sistem pembelajaran tradisional dan sistem pembelajaran terdistribusi yang menekankan pada peran teknologi komputer. Pembelajaran tatap muka mempertemukan pendidik dengan murid dalam satu ruangan untuk belajar dimana terdapat model komunikasi synchronous (langsung), dan terdapat interaksi aktif antara sesama murid, murid dengan pendidik, dan dengan murid lainnya. Pembelajaran tatap muka memiliki karakteristik terencana dan berorientasi pada tempat (place-based) dan interaksi sosial (Bonk & Graham:2006). Dengan pelaksanaan Blended Learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.

Sumber gambar: www.tripven.com

Sedangkan Driscoll (2002) menyebutkan empat konsep mengenai pembelajaran Blended Learning yaitu:

   a)  Blended learning merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan.

   b) Blended Learning merupakan kombinasi dari berbagai pendekatan pembelajaran (seperti behaviorisme, konstruktivisme, kognitivisme) untuk menghasilkan suatu pencapaian pembelajaran yang optimal dengan atau tanpa teknologi pembelajaran.

   c)  Blended Learning juga merupakan kombinasi banyak format teknologi pembelajaran, seperti video tape, CD-ROM, web-based training, film) dengan pembelajaran tatap muka.

   d) Blended Learning menggabungkan teknologi pembelajaran dengan perintah tugas kerja aktual untuk menciptakan pengaruh yang baik pada pembelajaran dan tugas.

Berdasarkan pendapat dari para ahli dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Blended Learning merupakan pembelajaran yang mengombinasikan antara tatap muka (pembelajaran secara konvensional: dengan metode ceramah, penuguasan, tanya jawab dan demontrasi), dan pembelajaran secara online dengan memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Melalui Blended Learning dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif untuk terjadinya interaksi antara sesama peserta didik, dan peserta didik dengan pendidiknya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Dengan model pembelajaran Blended Learning sesungguhnya guru bisa mengeksplorasi kemampuan siswa soal pemanfaatan internet yang dulu pernah dilakukan dalam pembelajaran daring. Dan terkendala banyak hal. Di kelas, siswa boleh menggunakan gawai saat belajar. Melalui gawai  diharapkan siswa dapat belajar banyak hal tentang suatu materi yang akan dipelajari. Dan mereka menjadi kreatif dalam memecahkan persoalan yang terbuka. Untuk itu, siswa diberi kesempatan secara mandiri untuk menggali dan mencari materi pembelajaran lewat internet.

doc pribadi



Salah satu mata pelajaran di SD kelas 6 adalah muatan lokal. Kesenian daerah Banjar termasuk dalam mata pelajaran muatan lokal yang memuat kearifan lokal.  Kesenian dari daerah Banjar memang beraneka ragam, salah satunya adalah mamanda. Menurut wikipedia.org mamanda adalah seni teater atau pementasan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Dibanding dengan seni pementasan yang lain, mamanda lebih mirip dengan lenong dari segi hubungan yang terjalin antara pemain dengan penonton. Bedanya, Kesenian lenong kini lebih mengikuti zaman ketimbang mamanda yang monoton pada alur cerita kerajaan. 

Seiring berjalannya waktu kesenian mamanda mulai dilupakan oleh anak muda. Oleh karena itu sebagai guru saya perlu mengenalkan kepada siswa kesenian tradisional Banjar mamanda karena kesenian tradisional ini sudah jarang ditampilkan diberbagai pertemuan umum, hal ini perlu dilestarikan dan dijaga bersama agar tidak punah nanti.

Saya pun melakukan paraktik baik yang mengangkat kearifan lokal dengan memanfaatkan Rumah Belajar sebagai inovasi pembelajaran pada materi kesenian daerah Banjar Mamanda pada siswa kelas 6 di SDN Ilung.

Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu:

1.    Siswa dapat  mengetahui sejarah mamanda

2.    Siswa dapat mempraktikkan kesenian daerah mamanda

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan:

1.    Memberi materi secara online untuk dipelajari siswa secara mandiri

2. Saat pembelajaran tatap muka guru menjelaskan materi yang sudah dipelajari siswa. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa juga diberi kesempatan untuk bertanya

3.    Siswa berkelompok dalam belajar

4.    Kuis

5.    Menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari

Pada pembelajaran kali ini saya akan menjelaskan kepada siswa materi kesenian daerah mamanda dengan menggunakan salah satu fitur rumah belajar yaitu sumber belajar. Saya mengakses Sumber belajar dan menampilkan video pembelajaran dengan judul MAMANDA, semua siswa menonton video secara klasikal.  Dalam belajar dikelas,setiap siswa di kelas 6 difasilitasi satu buah tablet yang merupakan bantuan pemerintah dari BOS Afirmasi Tahun 2019. Sebelumnya saya sudah menginstall aplikasi Rumah Belajar pada setiap tablet dan pada saat belajar di kelas, siswa bisa langsung mengakses Rumah Belajar untuk pendalaman materi. Siswa login di Rumah Belajar dengan menggunakan akun belajar.id yang sudah mereka miliki masing-masing. Siswa kelas 6 SDN Ilung berjumlah 16 orang yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 3 orang siswa perempuan.

doc pribadi
doc pribadi









Siswa kelas 6 berkelompok mempraktikkan kesenian daerah Banjar Mamanda, ada 3 orang siswa yang bermain musik dan 3 orang siswa yang memerankan  tokoh utama yaitu sebagai Sultan, Panganan dan Pangiwa. Sebelumnya mereka menghafal naskah sesuai dengan tokoh yang mereka perankan.   Dengan membentuk segitiga mereka mulai berdialog, semacam berbalas pantun antara panganan dan pangiwa serta sultan. Saat tampil mereka memakai baju khusus yang juga merupakan bantuan dari pemerintah, dan yang berperan sebagai sultan mengenakan tutup kepala.

Kesimpulan

Model pembelajaran Blended Learning memadukan antara pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran secara online. Portal Rumah Belajar sebagai sarana pendukung yang bertujuan memaksimalkan pembelajaran, baik untuk pembelajaran secara tatap muka maupun secara online. Kesenian tradisional Banjar Mamanda perlu dijaga dan dilestarikan karena merupakan salah satu budaya yang mengangkat kearifan lokal yang ada di Kalimantan Selatan, untuk itu diperlukan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan Rumah Belajar dalam membangkitkan minat belajar siswa dan memudahkan siswa untuk menggali berbagai informasi guna mendalami suatu materi dengan menggunakan berbagai fitur yang ada di Rumah Belajar, salah satunya materi tentang Mamanda ini ada di fitur sumber belajar.

 

Sumber Referensi:

Bonk, Curtis J & Charles R. Graham. (2006). The Handbook of Blended Learning.USA:Pfeiffer

Driscoll, M. (2002) Blended Learning: Let’s Get beyond the Hype. IBM Global Services.

   https://id.wikipedia.org/wiki/Mamanda

Saturday, October 2, 2021

Pembelajaran Blended Learning pada PTM Terbatas

 

Sumber gambar: sevima.com
Sumber gambar: sevima.com

Sejak bulan Januari 2020 pandemi covid-19 sangat mempengaruhi diberbagai bidang, bidang pendidikan tak luput dari dampak yang diberikan akibat pandemi covid-19. Pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara langsung tatap muka di sekolah beralih menjadi pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi sekarang ini, pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh ini diistilahkan dengan pembelajaran daring atau pembelajaran dalam jaringan. Beriring berjalannya waktu, sekarang sudah memasuki minggu pertama di bulan Oktober 2021, pandemi covid-19  belum juga berakhir, namun saat ini pemerintah mulai membolehkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, maksudnya pembelajaran dilakukan tidak langsung dilaksanakan secara full seperti sebelum adanya pandemi covid-19, tetapi pembelajaran dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan tertentu, yaitu


1.  PTM terbatas tetap berpedoman status Pemenuhan Standarisasi Minimal Posko PPKM Mikro Desa/Kelurahan bagi satuan pendidikan PAUD dan SD serta Pemenuhan Standarisasi Minimal Posko PPKm Mikro Kecamatan bagi Satuan Pendidikan SMP dan kesetaraan.

2.    Pelaksanaan teknis PTM Terbatasagar mempedomani petunjuk teknis yang telah diterbitkan Dinas setempat dan sesuai SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

3.   Satuan pendidikan agar melaksanakan rekomendasi PTM Terbatas dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, menerapkan protokol kesehatan dan melakukan fungsi pencegahan, penanganan, dan pembinaan secara optimal dan efektif atas pencegahan penyebaran covid -19 sesuai peraturan yang berlaku.

Waktu pembelajaran diatur dengan ketentuan sebagai berikut :

a) 1 bulan pertama maksimal 2 jam (pukul 08.00 – 10.00)

b) Bulan kedua dapat ditingkatkan menjadi 2 jam (pukul 08.00 – 11.00) untuk jenjang SD dan SMP.

c) Bulan ketiga dapat ditingkatkan menjadi 4 jam (pukul 08.00 – 12.00) khusus untuk jenjang SMP.

Pada pelaksanaan PTM Terbatas, ada salah satu model pembelajaran yang memadukan pembelajaran secara langsung dan pembelajaran secara tidak langsung yaitu model pembelajaranBlended Learning. Model Pembelajaran Blended Learning ini trend digunakan pada pembelajaran di seluruh dunia. Apa itu model pembelajaran Blended Learning?

Menurut Bonk dan Graham (2006) mendefinisikan Blended Learningsebagai kombinasi dari dua intruksi model belajar dan mengajar: sistem pembelajaran tradisional dan sistem pembelajaran terdistribusi yang menekankan pada peran teknologi komputer. Pembelajaran tatap muka mempertemukan pendidik dengan murid dalam satu ruangan untuk belajar dimana terdapat model komunikasi synchronous (langsung), dan terdapat interaksi aktif antara sesama murid, murid dengan pendidik, dan dengan murid lainnya. Pembelajaran tatap muka memiliki karakteristik terencana dan berorientasi pada tempat (place-based) dan interaksi sosial (Bonk & Graham:2006). Dengan pelaksanaan blended learning ini, pembelajaran berlangsung lebih bermakna karena keragaman sumber belajar yang mungkin diperoleh.

Sedangkan Driscoll (2002) menyebutkan empat konsep mengenai pembelajaran Blended Learning yaitu:

a)  Blended learning merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan atau menggabungkan berbagai

 teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan.

b) Blended Learningmerupakan kombinasi dari berbagai pendekatan pembelajaran (seperti behaviorisme, konstruktivisme, kognitivisme) untuk menghasilkan suatu pencapaian pembelajaran yang optimal dengan atau tanpa teknologi pembelajaran.

c)  Blended Learning juga merupakan kombinasi banyak format teknologi pembelajaran, seperti video tape, CD-ROM, web-based training, film) dengan pembelajaran tatap muka.

d)  Blended Learning menggabungkan teknologi pembelajaran dengan perintah tugas kerja aktual untuk menciptakan pengaruh yang baik pada pembelajaran dan tugas.

Secara mendasar terdapat tiga tahapan dasar dalam model blended learning yang mengacu pembelajaran berbasis ICT (Ramsay, 2001):

(1)     Seeking of information Mencakup pencarian informasi dari berbagai sumber informasi yang tersedia secara online maupun offline dengan berdasarkan pada relevansi, validitas, reliabilitas konten dan kejelasan akademis. Pendidik atau fasilitator berperan memberi masukan bagi peserta didik untuk mencari informasi yang efektif dan efisien.

(2)      Acquisition of information Peserta didik secara individu maupun secara kelompok kooperatif-kolaboratif berupaya untuk menemukan, memahami, serta mengkonfrontasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran peserta didik, kemudian menginterprestasikan informasi/pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia, sampai mereka mampu mengkomunikasikan kembali dan menginterpretasikan ide-ide dan hasil interprestasinya menggunakan fasilitas.

(3)    Synthesizing of knowledge mengkonstruksi/merekonstruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis, diskusi dan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Blended Learning adalah pembelajaran yang mengombinasikan antara tatap muka (pembelajaran secara konvensional: dengan metode ceramah, penuguasan, tanya jawab dan demontrasi), dan pembelajaran secara online dengan memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi untuk mendukung belajar mandiri dan memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik. Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Blended Learning memiliki dari tiga komponen penting yaitu 1) online learning, 2) pembelajaran tatap muka, 3) belajar mandiri. Melalui Blended Learning dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif untuk terjadinya interaksi antara sesama peserta didik, dan peserta didik dengan pendidiknya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Nah, bagi bapak ibu guru, bisa menerapkan model pembelajaran Blended Learning ini sebagai salah satu variasi dalam melaksanakan Pembelajaran pada PTM terbatas ini, semoga dengan adanya tulisan ini dapat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan kita.

Sumber Referensi:

Bonk, Curtis J & Charles R. Graham. (2006). The Handbook of Blended Learning.USA:Pfeiffer

Driscoll, M. (2002) Blended Learning: Let’s Get beyond the Hype. IBM Global Services.

Ramsay, Grant. 2001. Teaching and Learning With Information and Communication Technology: Succes Through a Whole School