Monday, July 30, 2018

IPA Kelas 6 Semester 1 Pelestarian Makhluk Hidup

Pada kesempatan ini akan dijelaskan tentang Pelestarian Makhluk Hidup. Dengan mempelajari materi ini siswa akan lebih memahami konsep-konsep yang ada di dalamnya ke dalam pembelajaran di sekolah.
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan memiliki kompetensi menjelaskan pelestarian makhluk hidup. Secara lebih khusus lagi, siswa diharapkan dapat:
1.      Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang mendekati kepunahan
2.      Mendeskripsikan pentingnya pelestarian makhluk hidup untuk perkembangan ilmu pengetahuan alam dan kehidupan masyarakat.


A.      Hewan dan Tumbuhan yang Terancam Punah
1.      Hewan Terancam Punah
a.      Badak
Ada dua jenis badak yang hidup di Indonesia, yaitu badak jawa dan badak sumatera. Badak merupakan salah satu hewan yang saat ini terancam punah karena banyaknya perburuan. Hewan ini juga berkembang biak  sangat lambat yaitu masa hamil berkisar 16 – 19 bulan. Badak sumatera memiliki dua cula. Cula pertama berada paling besar di dekat hidung, sementara cula kedua berada di atas mata dan ukurannya lebih kecil.
b.      Harimau Sumatera
Harimau sumatera merupakan hewan karnivor yang populasinya semakin sedikit dan satu-satunya harimau indonesia yang masih bertahan hidup saat ini. Dahulu di Indonesia tidak hanya terdapat harimau sumatera saja tetapi juga ada harimau jawa dan bali. Oleh karena populasi penduduk di Pulau Jawa dan Pulau Bali terus meningkat, hal itu berdampak pada berkurangnya habitat harimau.
c.       Gajah sumatera
Keberadaan gajah sumatera sudah semakin langka akibat banyaknya perburuan liar dan berubahnya habitat gajah menjadi perkebunan atau permukiman. Penduduk sekitar menganggap gajah sebagai hama sehingga diburu karena merusak tanah persawahan maupun perkebunan. Hal itu pula yang menyebabkan populasi gajah sumatera semakin berkurang.
d.      Orang Utan
Orang utan berkembang biak  dengan sangat lambat yaitu hanya melahirkan satu anak dalam waktu 7 – 8 tahun dan hanya memiliki tiga keturunan selama hidupnya. Orang utan termasuk hewan terancam punah. Hal tersebut dikarenakan hutan tropis yang menjadi habitatnya banyak ditebangi dan maraknya perburuan untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan.
e.       Komodo
Komodo sebagai kadal terbesar di dunia yang hanya endemik di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Saat ini status komodo adalah terancam punah.
f.       Burung cenderawasih
Merupakan burung endemik yang hanya ada di Papua. Ciri khas hewan ini terletak pada bulunya yang indah. Karena itu burung ini banyak diburu untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan.
g.      Burung  jalak bali
Merupakan burung endemik yang hanya ada di Pulau Bali. Burung ini dijadikan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Burung ini merupakan salah satu burung yang sangat diminati oleh kolektor dan pemelihara burung. Maraknya perburuan dan hilangnya habitat menyebabkan populasi burung ini terancam punah dalam waktu singkat.
Selain hewan yang telah dijelaskan pada materi di atas, berikut daftar beberapa hewan yang mendekati kepunahan atau terancam punah di Indonesia.

KAKATUA JAMBUL KUNING
Hewan yang Terancam Punah di Indonesia















 
ANOA Daerah Persebaran : Sulawesi






  
 


















KUKANG Daerah Persebaran: Jawa, Sumatera, Kalimantan















OWA JAWA Daerah Persebaran: Jawa Barat
















PENYU HIJAU Daerah Persebaran Sepanjang pesisir pantai Indonesia












1.      Tumbuhan Terancam Punah
a.      Bunga bangkai raksasa
Ciri khas tumbuhan ini yaitu mengeluarkan aroma busuk seperti bangkai. Aroma ini akan tercium saat bunga mekar. Aroma ini bertujuan untuk menarik perhatian serangga, seperti lalat agar hinggap untuk membantu penyerbukan.
b.      Bunga rafflesia
Ciri khas tumbuhan ini adalah memiliki diameter 30-50 cm, mengeluarkan aroma bususk dan berwarna merah serta terdapat bintik-bintik putih. Tumbuhan ini langka karena hanya dapat tumbuh pada tanaman inang tertentu. Selain itu bunga ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk mekar.

c.       Anggrek Hitam
Anggrek hitam termasuk tumbuhan terancam punah karena habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan. Anggrek hitam masih ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang terbatas.
d.      Cendana
Tumbuhan ini banyak dimanfaatkan sebagai rempah-rempah dan bahan kerajinan, sedangkan minyaknya digunakan sebagai obat-obatan dan campuran kosmetik. Kayu cendana kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Tumbuhan ini dapat ditemukan di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Timor.
e.       Edelweiss
Edelwiss merupakan tumbuhan yang hidup di pegunungan. Bunga tersebut sudah tidak dapat ditemukan di Taman Nasional Bromo Tengger semeru. Penyebab utamanya adaah banyaknya pendaki yang memetik bunga tersebut.

Selain tumbuhan yang telah dijelaskan pada materi di atas, berikut daftar beberapa tumbuhan yang mendekati kepunahan atau terancam punah di Indonesia.

 


Tumbuhan yang Terancam Punah di Indonesia

ULIN Daerah Persebaran Kalimantan, Sumatera
















DAMAR Daerah Persebaran: Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi Bali
















TEMBESU Daerah Persebaran: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Maluku dan Papua















ANGGREK LARAT Daerah Persebaran Pulau Larat dan Maluku













Cara pemerintah melestarikan sumber daya alam, antara lain:
a. Cagar alam
Cagar alam, adalah suatu tempat untuk melindungi tumbuhan langka agar tidak punah.
Contoh: Cagar Alam Raflesia (Bengkulu), Cagar Alam Cibodas (Jawa Barat), Cagar Alam Gunung Krakatau (Lampung), Cagar Alam Kawah Ijen (Jawa Timur) dan Taman Laut Bunaken (Sulawesi Utara)


b. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu tempat untuk melindungi hewan langka agar tidak punah.
Contoh: Ujung Kulon (Banten) melindungi badak bercula satu, Baluran (Jawa Timur) melindungi banteng, Menu Betiri (Jawa Timur) melindungi harimau, Pulau Komodo (NTT) melindungi komodo, Way Kambas (Lampung) melindungi gajah.
c. Penggunaan Bioteknologi
Penggunaan bioteknologi antara lain memperbanyak tumbuhan dengan kultur jaringan, hidroponik, dan pemilihan bibit unggul.
1) Pemilihan bibit unggul
Pemilihan bibit unggul dapat dibedakan menjadi dua, yaitu inseminasi buatan dan radiasi sinar radioaktof
(a)  Inseminasi buatan adalah pembuahan atau penghamilan dengan cara penyuntikan sperma beku ke dalam alat kelamin hewan betina yang sedang birahi.
(b)  Radiasi sinar radioaktif, dimanfaatkan untuk pemilihan bibit unggul. Contoh padi Atomita merupakan padi bibit unggul hasil penggunaan sinar radioaktif.
2) Kultur jaringan
Kultur jaringan merupakan perkembangbiakan vegetative karena hanya melibatkan satu induk. Caranya sel atau jaringan diambil dari bagian tumbuhan, kemudian ditumbuhkan pada media yang cocok.
Contoh tumbuhan yang dikembangbiakan dengan kultur jaringan adalah kelapa sawit dan anggrek.
3) Hidroponik
Hidroponik adalah suatu cara berrcocok tanam tanpa media tanah dengan memberikan zat hara yang dibutuhkan tanaman dalam bentuk larutan.
Media yang dibutuhkan adalah kerikil, pasir, arang, atau sekam padi.
Contoh: cabai dan bayam






Friday, July 27, 2018

Video dan Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza


Pelaksanaan upacara bendera di sekolah wajib dilaksanakan setiap hari senin. pelaksanaan upacara bendera di sekolah merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang mencakup nilai-nilai penanaman sikap disiplin, kerjasama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang mendorong lahirnya sikap dan kesadaran berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air di kalangan peserta didik. 


Salah satu bagian dari upacara bendera hari senin adalah penaikan bendera yang dilakukan oleh siswa dan diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh paduan suara yang dipimpin oleh seorang dirigen. Berdasarkan permendikbud no 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, Lagu Indonesia Raya  dinyanyikan secara lengkap dalam 3 (tiga) stanza oleh peserta Upacara dengan berdiri tegak dan sikap hormat.

Berikut ini lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

                               LIRIK LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA
                                                      DENGAN TIGA STANZA


Stanza 1:
Indonesia Tanah Airku Tanah Tumpah Darahku
Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaanku Bangsa dan Tanah Airku
Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu
Hiduplah Tanahku Hiduplah Negeriku
Bangsaku Rakyatku Semuanya
Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya
(Reff: Diulang 2 kali)
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku yang Kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya

Stanza 2:
Indonesia Tanah Yang Mulia Tanah Kita Yang Kaya
Disanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya
Indonesia Tanah Pusaka Pusaka Kita Semuanya
Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia
Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya
Bangsanya Rakyatnya Semuanya
Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya
Untuk Indonesia Raya
(Reff: Diulang 2 kali)
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya

Stanza 3:
Indonesia Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti
Di sanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi
Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi
Selamatlah Rakyatnya Selamatlah Putranya
Pulaunya Lautnya Semuanya
Majulah Negerinya Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya
(Reff: Diulang 2 kali)
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya

Video Lagu Indonesia Raya 3 Stanza
                               Sumber Video: https://www.youtube.com/watch?v=gjqo_3_fZf4

Thursday, July 26, 2018

Unduh Perangkat dan Instrumen Akreditasi SD/MI


Perangkat dan Instrumen Akreditasi SD/MI-Akreditasi sekolah tingkat SD/MI adalah kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga yang berwenang untuk menentukan kelayakan program satuan pendidikan tingkat SD/MI berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan amanat Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam pasal 60 ayat (1) akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan; ayat (2)
akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik; ayat (3) akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka. Selanjutnya, dalam PP 19 Tahun 2005 Pasal 87, ayat (1) Akreditasi oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 ayat (1) dilaksanakan oleh BAN-S/M terhadap program dan/atau satuan pendidikan jalur formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah; ayat (2) dalam melaksanakan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), BAN-S/M dibantu oleh badan akreditasi provinsi yang dibentuk oleh Gubernur; ayat (3) badan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri; ayat (4) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya badan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat mandiri. 

Perangkat dan Instrumen Akreditasi SD/MI yang harus dipersiapakan yaitu Instrumen Akreditasi sekolah/madrasah ini terdiri atas delapan komponen standar nasional pendidikan yang disusun oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) dan instrumen juga disusun dengan mengacu pada peraturan terkait lainnya. Standar nasional pendidikan tersebut meliputi: (1). standar isi, (2). standar proses, (3). standar kompetensi lulusan, (4). standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5). standar sarana dan prasarana, (6). standar pengelolaan, (7). standar pembiayaan, dan (8). standar penilaian pendidikan.

Sedangkan Perangkat Akreditasi SD/MI terdiri atas: (1) Instrumen Akreditasi, (2) Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Instrumen Akreditasi, (3) Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi, dan (4) Pedoman Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi. Keempat dokumen ini
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 

Petunjuk Teknis Instrumen Akreditasi SD/MI 
Pada kesempatan ini akan dijelaskan petunjuk teknis Instrumen akreditasi yang ada pada standar isi  yaitu:
Rumusan kompetensi sikap spiritual adalah menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Kompetensi tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung (indirect  teaching), berupa keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah/ madrasah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.


Perangkat pembelajaran terdiri atas:
1) Program tahunan dan program semester
2) Silabus
3) RPP
4) Buku guru dan buku siswa
5) Alat evaluasi dan buku nilai (Sikap spiritual siswa diamati dan dicatat guru kelas dan guru mata pelajaran).
Dibuktikan dengan:
1) Dokumen:
a) Perangkat pembelajaran yang disusun guru sesuai dengan tingkat kompetensi pada kompetensi sikap spiritual di SD/MI
b) Hasil kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di KKG tentang kompetensi sikap spiritual siswa/Penguatan Pendidikan Karakter siswa.
c) Rancangan dan hasil penilaian sikap spiritual, berupa jurnal penilaian, dokumen observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman.
d) Program kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler berupa kegiatan Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis al-Quran, retreat, atau kegiatan lainnya.

Untuk lebih jelasnya akan saya bagikan Perangkat dan Instrumen Akreditasi SD/MI. Silahkan unduh perangkat dan instrumen akreditasi SD/MI di bawah ini.


download[4]